Minggu, 11 Januari 2015

Pas! Tak Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan pasti bikin enek!
You know enek? Enek it means mblenek, ngga enak, ngga nikmat, ngga pas gitu.
Aku kasih contoh ya, hmm..okay aku ambil cerita pengalamanku saja ya hehe..always based on my experience.
Aku inget dan belajar banget deh dari pengalaman selama bulan ramadhan kemarin.
Setiap menjelang magrib pasti tiba-tiba muncul banyak banget keinginan buat nyimpen makanan ini itu untuk buka puasa. “aha...es kopyor enak nih, mie lidi atau cireng depan metro juga gurih pasti, bakso solo.nya pak tejo juga seger tuh buat buka, dan masih banyak lainnya”. Padahal ibu dirumah juga sudah masak cukup banyak, pasti ada nasi, ada lauk pauk, bahkan dilebihkan selalu ada takjilnya.
Terus, ketika dengar Adzan magrib, segera minum air putih atau teh manis rasanya gimana? Enak bin nikmat luar biasa...terus nyemil takjil,,habis itu apa yang sering dirasakan? Merasa kenyang bukan? Hahaahaa...Yaa Ampun, ngeliatin begitu banyak makanan yang tadi saat puasa begitu diinginkan, setelah diberi kesempatan buka justru hilang selera. Senyum sumringah kita ketika membayangkan keinginan buka dengan makanan/minuman ini dan itu tetiba sirna. Sudut elevasi senyuman kita yang tadinya mengembang sempurna, lama-lama semakin mendatar bahkan kening ikut mengernyit, lalu belum apa-apa sudah mengeluh “Kenyang bu...huhuuuu”. Nah, Kalau sudah begitu biasanya ibu Cuma nyengir sambil ngeledek “ mau buka sama apa lagi mba? Soto? Sate? Es Teh? Habiskan semua yang dimeja :D”. Jleb banget deh, hingga tak sanggup menimpali kalimat ibu tadi.
Dan You Know What? Itu ga sekali dua kali, tapi sering hehee...Dohh..parah ya.
Okay sekarang aku ceritakan pengalaman buka puasaku lainnya, namun masih diruangan yang sama, dengan meja, kursi, piring, sendok dan gelas yang sama. Serta orang-orang kesayangan yang sama yaitu bapak, ibu, dan kedua adikku.
Ceritanya saat itu aku dan adikku Aqila baru pulang dari sekolah itu sore sekali sekitar jam setengah 5 lebih dari atas (Baturraden). Sepanjang perjalanan pulang kami melewati banyak sekali yang jualan takjil makanan/minuman macam-macam. Anehnya, hari itu aku tak tergerak sedikitpun untuk menyempatkan mampir dan membeli seperti hari-hari sebelumnya. Yang ada dalam benak pikiranku saat itu adalah aku harus segera cepat sampai kerumah, ibu pasti kerepotan sekali karena harus mengurusi takjil untuk orang-orang di mushola, harus  masak untuk suami dan anak-anak kesayangannya.
Jalanan disekitar HR.Bunyamin hingga perempatan RS.DKT yang selalu ramai, membuatku merasa perjalananku kerumah jadi lamban, tapi aku tetap berusaha tenang, supaya tak terjadi apa-apa, sebab adikku sudah lelap tidur dalam pangkuanku. “Dek..10 menit lagi kita sampai rumah dek...jalanannya ramai banget,,kerjasama yuk,,bangun sebentar saja,,” aku terus berusaha membujuknya agar mau bangun, Tak tega sebenarnya membangunkannya, tapi ini demi keselamatan kami bersama L.
Teng..jam setengah 6 kami sudah sampai dirumah, alhamdulillah, kulihat ibu sedang menata takjil makanan dan minuman untuk orang-orang di mushola.
“Maaf bu kami telat, ada yang harus ita selesaikan tadi”
“oh, ya, ya, ndak apa, mandi lah dulu, dek qila mandi juga ya”
“Siap” jawab kami kompak
Masuk rumah, meletakan tas, menyambar handuk, seharusnya langsung masuk kamar mandi ya, tapi aku mampir ke meja makan dulu hehe.
Terhidang pecel dan tempe...* menggiurkan, segera bergegas mandi
Selesai mandi, sudah segar dan wangi, terdengar suara adzan magrib
“Alhamdulillah” kuraih segelas teh hangat pekat tanpa gula lalu kuminum, nikmat banget deh .
Melihat isi meja yang biasanya banyak makanan, dan hari itu hanya tersaji nasi, pecel dan tempe justru tampak begitu menggiurkan. Yang awalnya mau menanyakan menu lain akhirnya kuurungkan. Kurang ajar banget ya, kemana rasa syukurku, pecel dan tempe kubilang HANYA. Astagfirullahal’adzim..malu Yaa Allah malu..! #wakeupcall
“Bismillahirahmannirahim...nyam...” lahap sekali makanku saat itu, gak nengok kanan kiri, tandas habis, hingga bersih..sih..kuambil porsi yang pas, tak terlalu banyak, nikmatttt sekali. Ngga ada deh rasa kenyang duluan sebelum makan, kenyangnya pas setelah makan, ketika sujud shalat pun tak begah rasa perutku .
“ini buka puasa ternikmat selama puasa ini bu  Pas,,Tak berlebihan”
“Alhamdulillah  “ kata ibu mengucap syukur

Well, panjang bener ya nulisnya hehe..semoga ga bosen ya,
Yuk kita refleksikan atas secuil pengalamanku tadi:
1.        Emang bener ya kata Allah bahwa dalam segala hal kita tak boleh berlebih-lebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Kalau tak baik sudah jelas itu sama dengan tak enak, tak nikmat, intinya ngga tepat. Ketika merasa terbatas justru kita bisa jadi mampu merasakan rasa nikmat itu sendiri.
2.      Makna puasa yang dulu hanya kupahami sebagai proses menahan lapar, menahan haus, menahan amarah, mencoba merasakan jadi orang yang kekurangan makanan/minuman. Sekarang aku mengambil makna puasa itu sebagai proses menahan rasa ingin. Ingin makan ini itu, ingin minum ini itu, ingin melakukan ini itu, ingin membeli ini itu, ingin berkomentar ini itu, dan menahan rasa ingin yang lain lagi. mungkin boleh kalian bilang aku telat memikirkannya tapi tak apa lah, yang penting aku mau terus berusaha mencari makna dari apapun yang aku jalani, mencari makna atas apa yang menjadi perintah-Nya. Dan mengaplikasikan makna puasa ini tak hanya dibulan Ramadhan saja, tapi dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulailah belajar memilah mana kebutuhan mana keinginan. Semoga Puasa kita tak selesai hanya di bulan Ramadhan saja. Semoga Semangat Ramadhan setelah ini bukannya menguap tapi semoga justru semakin menguat.
3.      Bersyukur! Yak..bersyukur..mudah diucapkan namun sering kita lalaikan. Hm..bukan kita,,tapi aku!
Yuk diawali dari “Waktu” yang Allah berikan padaku. Segera kutelusuri jejak waktu yang Allah berikan padaku lalu kuhabiskan tanpa sisa. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah “Kau habiskan Waktu dari Allah 24 jam, tak lambat dan tak cepat selalu sama 24 Jam setiap harinya, untuk apa saja?” Selain waktu tentulah masih banyak nikmat lainnya. Nikmat nafas, udara, berkedip, dll,nya.
nah..ini sudah kurenungkan, nanti aku posting di judul yang lain ya, inshaAllah .
Sudah Magrib nih, mau mandi dulu, terus....
Mau Shalat Magrib dan Tadarus #pencitraan ahahahahah #piss

Repost cerita ramadhan tahun lalu 2014
#Lots of Love
@bundameta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar